Masalah
perekonomian Indonesia
Permasalahan ekonomi dalam cakupannya
bukan cuma meliputi masalah-masalah mikro seperti kekakuan harga, monopoli dan
eksternalitas yang memerlukan intervensi pemerintah. Permasalahan ekonomi juga
ada di dalam ruang lingkup ekonomi makro yang memerlukan kebijakan pemerintah.
Permasalahan ekonomi makro Indonesia dalam membangun negara sebenarnya
sangatlah pelik. Inflasi yang tidak terkendali, ketergantungan terhadap impor
dan utang luar negeri merupakan beberapa masalah pemerintah dalam bidang
ekonomi makro.
Masalah ekonomi Indonesia dalam pembangunan di bidang ekonomi adalah masalah
lapangan kerja dan pengangguran. Masalah ini saling berhubungan satu sama lain.
Masalah pengangguran timbul karena terjadi ketimpangan antara jumlah angkatan
kerja yang tersedia.
Solusinya meningkatkan lapangan
pekerjaan untuk masyarakat yang pengangguran
Berita
tentang mengatasi pengangguran
Jokowi-JK Janji Atasi Pengangguran dengan
"Indonesia Kerja"
JAKARTA, KOMPAS.com — Calon pasangan
presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo
(Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mempunyai agenda prioritas untuk meningkatkan
kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan
pelatihan. Mengenai pelatihan sumber daya manusia, pasangan ini membuat program
bernama "Indonesia Kerja".
Anggota Tim Sukses Jokowi-JK yang juga
ekonom Megawati Institute, Imam Sugema, mengatakan, Indonesia Kerja bertujuan
untuk memperluas kesempatan kerja. Bentuk riilnya adalah penciptaan techno park.
Techno park adalah kesatuan dari tiga
komponen, yaitu lembaga pendidikan dan pelatihan, lembaga riset, serta pusat
pengembangan bisnis. Techno park sejenis pusat pelatihan, tetapi cakupannya
lebih luas. Rencananya setiap provinsi minimal memiliki satu techno park
sehingga bisa memberikan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) di
masing-masing wilayahnya.
Berbeda dengan balai latihan kerja yang
sudah ada di berbagai daerah, techno park akan menyasar masyarakat yang berasal
dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah menengah kejuruan (SMK),
diploma tiga (D-3), hingga sarjana. Bahkan, yang sudah bekerja tetapi ingin
mengasah keahliannya bisa bergabung dalam techno park.
Fokus pelatihan ataupun riset satu wilayah dibanding wilayah lainnya akan berbeda. "Sangat tergantung karakteristik wilayah bersangkutan," ujar Imam.
Fokus pelatihan ataupun riset satu wilayah dibanding wilayah lainnya akan berbeda. "Sangat tergantung karakteristik wilayah bersangkutan," ujar Imam.
Misalnya, Jawa Barat bagian utara adalah
lumbung pangan nasional sehingga yang akan dikembangkan adalah mengenai
pertanian. Sedangkan wilayah Kalimantan lebih cocok berbicara mengenai
perkebunan dan pertambangan.
Jokowi-JK berharap dengan adanya techno
park, sumber daya manusia yang dicetak bisa berkualitas dan dapat diterima
bekerja ataupun membuka usaha sendiri. Tak lupa pula, manusia yang dicetak
adalah pekerja yang mempunyai daya saing.
Selain itu, Jokowi-JK juga akan memperluas
penyediaan lapangan kerja dengan pembukaan lahan pertanian seluas 9 juta
hektar. Bagi para petani yang lahannya sempit di Jawa, pemerintah menyiapkan
lahan yang luas di Kalimantan. Lahan baru diyakini bisa memberi pekerjaan bagi
3 juta–4,5 juta keluarga.
Juru bicara pasangan Jokowi-JK, Sarifuddin
Sudding, mengatakan, pemerintahan mendatang akan menghadapi masalah
pengangguran yang lebih berat. Soalnya, dengan perlambatan ekonomi saat ini,
bisa jadi angka pengangguran naik.
Karena mengkhawatirkan, Jokowi-JK juga akan
menggali potensi-potensi kekayaan secara maksimal. "Roda perekonomian
mikro akan lebih digerakkan," tutur Sudding.
Usaha kecil menengah (UKM) akan
diperhatikan dan diperluas. Salah satunya pada industri tekstil, yang bisa
menyerap banyak pekerja. Penciptaan UKM tentu akan membuka lapangan kerja yang
kondusif bagi masyarakat. (Margareta Engge Kharismawati)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar